| by Noah Noah | No comments

Tiga Strategi Mengajar Untuk Mengajar Matematika Secara Efektif Kepada Siswa

Mata pelajaran matematika adalah mata pelajaran yang paling tidak disukai di antara semua mata pelajaran lainnya terutama dengan anak-anak. Angka-angka itu tampaknya tidak cocok dengan mereka. Namun, ini bukanlah alasan untuk menyerah pada Matematika. Sebaliknya, ini harus menjadi motivasi untuk terus meneliti tentang strategi efektif untuk mengajar subjek.

Sebenarnya para ahli matematika hingga saat ini terus melakukan penelitian untuk menemukan metode pembelajaran yang terbaik bagi anak-anak. Banyak strategi yang telah diperkenalkan seperti strategi-strategi di bawah ini yang telah berkali-kali terbukti efisiensinya.

1. Instruksi Langsung. Strategi semacam ini melibatkan penggunaan bahasa yang jelas dan langsung dalam mengajar subjek. Dalam pengaturan ini, guru harus memimpin dalam penyelesaian contoh soal dan menunjukkan aspek sulit dari soal tersebut. Dia kemudian harus membiarkan siswa menyelesaikan masalah dengan pengawasannya. Jika ada pertanyaan, guru harus dapat menjelaskannya kepada siswa. Kemudian, siswa harus mengerjakan soal lain tanpa bantuan guru. Guru kemudian menilai kinerja siswa melalui tugas mandiri ini.

2. Bimbingan teman sebaya. Strategi semacam ini melibatkan dua siswa dengan kemampuan yang sama atau berbeda yang dari waktu ke waktu bertukar peran dalam mengajar satu sama lain. Sedangkan siswa lainnya berperan sebagai tutor, siswa lainnya berperan sebagai siswa. Untuk membuat strategi ini efektif, harus ada umpan balik yang sering dan jujur ​​antara kedua siswa. Bala bantuan positif juga harus digunakan untuk mendorong satu sama lain. Selain itu, ini bisa lebih efektif jika pelajaran diberikan dalam bentuk permainan. Sepanjang sesi, guru harus memantau dan memberikan umpan balik kepada siswa.

3. Pembelajaran kooperatif. Strategi semacam ini melibatkan sekelompok kecil siswa dengan kemampuan berbeda untuk bekerja sama agar semua orang dapat belajar. Dari ketiga strategi tersebut, metode ini telah memperoleh hasil yang lebih disukai menurut penelitian. Pengaturan kelompok heterogen untuk belajar memungkinkan setiap anggota kelompok untuk memaksimalkan pembelajaran mereka. Guru dalam strategi ini memberikan masalah kepada kelompok untuk dipraktikkan oleh siswa. Para siswa harus berdiskusi dan memecahkan masalah sebagai kelompok. Melalui strategi ini, mereka tidak hanya akan mengembangkan pemahaman dan keterampilan analitis mereka, mereka juga akan mengembangkan keterampilan sosial melalui interaksi konstan dengan anak-anak lain.

Sekadar pengingat bagi para guru, sebelum menerapkan strategi terbaik untuk mengajar matematika, mereka harus menciptakan lingkungan belajar di mana siswa merasa termotivasi untuk belajar dan nyaman dalam pengaturan pembelajaran mereka.

Baca juga:  Kenali Tanda-Tanda Mobil Bekas Banjir Sebelum Membeli Mobil Bekas

Leave a Reply